Allah Subhanahu
wa Ta’ala berfirman tentang Madu :
4ym÷rr&ur
y7/u n<Î)
È@øtª[$# Èbr& ÉϪB$# z`ÏB
ÉA$t6Ågø:$# $Y?qãç/ z`ÏBur Ìyf¤±9$# $£JÏBur
tbqä©Ì÷èt ÇÏÑÈ
“Dan Tuhanmu mewahyukan
kepada Lebah : Buatlah sarang-sarang di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat
yang dibuat manusia” [QS An-Nahl (16) : 68].
§NèO Í?ä. `ÏB Èe@ä. ÏNºtyJ¨W9$# Å5è=ó$$sù @ç7ß Å7În/u Wxä9è 4 ßlãøs .`ÏB $ygÏRqäÜç/ Ò>#u° ì#Î=tFøC ¼çmçRºuqø9r& ÏmÏù Öä!$xÿÏ© Ĩ$¨Z=Ïj9 3 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºs ZptUy 5Qöqs)Ïj9 tbrã©3xÿtGt ÇÏÒÈ
“Kemudian
makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang
telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang
bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi
manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda
(kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan” [QS An-Nahl (16) : 69].
Apa
itu madu?
Madu adalah campuran beberapa jenis gula dengan air dan mengandungi
sedikit bahan-bahan seperti logam, acid dan enzim. Madu dihasilkan dari nektar
yang diambil oleh lebah pekerja dari bagian tertentu yang mengeluarkan nektar
misalnya bunga. Madu disimpan pada sel-sel di dalam haif sebagai makanan.
![]() |
Terdapat berbagai jenis madu dan perbedaan bergantung pada warna,
rasa dan kepekatan madu tersebut. Faktor pertama, warna nektar dan kandungan
serbuk sari yang telah bercampur dengan nektar yang diambil yang berwarna merah
dan ada yang gelap. Faktor kedua, lama penyimpanan madu, yaitu makin lama
disimpan, semakin gelap warnanya disebabkan tindakan enzim semula jadi dalam
madu tersebut.
Sejarah
Lebah Madu
Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak jaman budaya-budaya
kuno beberapa ribu tahun yang lalu. (Sihombing D.T.H,1997, Ilmu ternak Lebah
Madu Madu, UGM Press, Yogyakarta).
Al Qur’an juga menempatkan secara istimewa lebah madu menjadi
sebuah judul yaitu An-Nahl (lebah Madu), dalam salah satu ayatnya Surah An Nahl
ayat 68-69 tertulis:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah
sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang
dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan
tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan. Kemudian dari perut lebah itu
keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat
yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir”.
Pembudidayaan lebah madu yang kini populer berasal dari kawasan Laut
Tengah (Afrika Utara, Eropa selatan dan Asia Kecil) yang selanjut menyebar ke
seluruh wilayah dunia. (Sihombing D.T.H:1997). Bangsa Mesir Kuno membuat corong
dari tanah liat sebagai sarang lebah, kemudian dari keranjang anyaman. Di
Afrika lebah madu dipelihara dalam bongkahan kayu berbentuk silinder dan sarang
tersebut digantung di pohon. Bangsa Rusia sebagai pengembang lebah madu secara
modern, malahan disebut sebagai daerah lahan madu. Rusia mulai mengembangkan
peternakan madu sejak abad ke 10 hingga kini secara besar-besaran. Mereka yang
menemukan sarang lebah madu yang bisa dipindah-pindahkan, teknik tersebut
diperkenalkan oleh Peter Prokovich (1775-1850).
Komposisi
dan Kandungan Madu
Madu merupakan salah satu minuman dengan kandungan gizi terlengkap
selain ASI (Air Susu Ibu). Madu kaya akan mineral seperti natrium, kalsium,
magnesium, aluminium, besi, fosfor dan kalium. Vitamin-vitamin yang terdapat
dalam madu antara lain Thiamin (B1), Niasin, Asam Pantotenat, Biotin, Asam
Folat dan Vitamin K. Sedangkan enzim-enzim penting yang terkandung dalam madu
diantaranya enzim diastase, invertase, glukosa oksidase, peroksidase dan
lipase. Semua zat tersebut sangat berguna untuk proses metabolisme tubuh.
Nilai kalori madu sangat besar yaitu 3.280 kal/kg. 1 kilogram madu
setara dengan 50 butir telur ayam, 5,7 liter susu, 25 buah pisang, 40 buah
jeruk, 4 kilogram kentang dan 1.68 kilogram daging. Asam utama yang ada pada
madu adalah asam glutamate, dan asam organic yang terkandung di dalamnya yaitu asam
asetat, asam butirat, fomat suksinat, glikolat, malat, proglutamat, sitrat dan
piruvat. Madu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dan rendah lemak.
Kandungan gula dalam madu mencapai 80% dan 85% dari gula tersebut berupa
fruktosa dan glukosa.
Madu mengandung glukosa (dekstrosa) dan fruktosa (levulosa) dalam
jumlah yang tinggi. Menurut Winarno (1982), kadar dekstrosa dan levulosa yang
tinggi mudah diserap oleh usus bersama zat-zat organic lain, sehingga dapat
bertindak sebagai stimulant bagi pencernaan dan memperbaiki nafsu makan. Selain
itu, madu juga memiliki sifat antimkiroba. Berdasarkan hasil peneliti Komara
(2002), madu memiliki aktivitas senyawa antibakteri terutama pada baktero Gram
(+), yakni bakteri S, Aureus, B. Cereus
Khasiat
dan Manfaat Madu
Diminum
:
-
Merupakan sumber energi, meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina.
-
Melancarkan metabolisme dan peredaran darah serta imunitas tubuh.
-
Menurunkan tekanan darah tinggi/hipertensi.
- Membantu
mengobati berbagai macam penyakit/sebagai obat tradisional untuk penyakit
rematik, asam urat, insomnia, jantung koroner, otot jantung, jantung bawaan,
klep jantung, gangguan irama jantung, radang, asma, diare, infeksi saluran
kencing, rambut rontok, mag, sakit gigi, TBC, paru, infeksi saluran kencing,
tekanan darah rendah, penuaan bahkan baik juga untuk penyakit kanker seperti
kanker rahim, kanker serviks, kanker kandung kemih dll.
- Meningkatkan produksi ASI, mengencangkan rahim, dan memperlancar rahim, dan memperlancar haid.
- Meningkatkan produksi ASI, mengencangkan rahim, dan memperlancar rahim, dan memperlancar haid.
-
Sebagai obat herbal maupun tradisional
-
Meningkatkan vitalitas pria.
Obat
luar :
-
Mengatasi infeksi kulit dan luka karena gigitan serangga.
-
Menjaga kesehatan mata.
-
Mengobati luka bakar dan mempercepat keringnya luka-luka basah (borok).
-
Mengatasi bibir pecah-pecah
-
Perawatan tubuh dan kosmetika
-
Sebagai pelembab, masker wajah dan lulur tubuh
-
Mengatasi ketombe dan memperlambat tumbuhnya uban
Madu dapat dikonsumsi oleh segala tingkatan umur, dari Janin hingga
Orang tua
1. Janin : Madu dapat memperkuat janin yang lemah dalam kandungan ( rahim ).
1. Janin : Madu dapat memperkuat janin yang lemah dalam kandungan ( rahim ).
2. Ibu
Hamil : Madu membantu menjaga stamina dan kesehatan selama mengandung bayi, dan
membantu asupan gizi yang tinggi bagi pertumbuhan janin yang sehat selama dalam
kandungan
3.
Bayi : Membantu perkembangan otak bayi, karena setiap harinya otak terus
berkembang sampai dengan usia 5 tahun. Untuk itu ia membutuhkan gizi yang
tinggi. Pertumbuhan dan perkembangan otak sangat terkait dengan kecerdasan
pikiran (IQ ) dan kecerdasan mental ( EQ ) . Hal ini dapat dilihat dewasa ini
aneka produk makanan tambahan baik susu atau bubur bayi yang di formulasikan
dengan madu seperti Dancow , Frisian Flag , Sustagen ,dsb . Untuk itu kenapa
tidak kita berikan saja bagi buah hati kita yang terbaik ,yaitu madu .
4.
Anak-anak : membantu agar nafsu makan meningkat ( adanya unsur vitamin B yang
lengkap dalam madu), sehingga anak tumbuh sehat , lincah dan riang serta tahan
penyakit. ( H.Mohamad , 2002 )
5.
Remaja : Khasiat madu pada akil baligh remaja membuat tumbuh sangat cepat ,gizi
yang baik dan teratur akan membuat pertumbuhan tubuh menjadi sempurna.
6.
Dewasa : Tingkat kelelahan dan pekerjaan yang menumpuk mengakibatkan stress
sehingga tubuh menjadi lemah dan mudah terserang penyakit . Dalam hal ini para
pekerja pabrik yang bekerja keras seharian penuh ( long shift ) tanpa zat gizi
yang memadai rawan terjangkiti penyakit seperti thypus , radang , serta infeksi
bakteri lainnya maka dalam hal ini Madu adalah makanan tambahan terbaik.
7.
Lanjut Usia : Madu adalah makanan terbaik yang sangat diperlukan bagi manula ,
karena madu adalah sumber energi dan gizi yang dapat diserap langsung oleh
tubuh , dimana pada usia tersebut organ pencernaan kita sudah mulai berkurang
fungsinya ( Kesehatan 2001 ).
Sekilas
Tentang Madu
Hypocrates, ahli ilmu fisika membiasakan membiasakan diri makan
madu secara teratur yang menyebabkan dia dapat mencapai usia 107 tahun,
demikian juga halnya Aris Totoles, bapak dari “Natural Science” beranggapan
bahwa madu memiliki sifat yang unik yang dapat meningkatkan kesehatan manusia
dan memperpanjang usia, dalam arti dalam usia tua masih mempunyai stamina yang
kuat dan gangguan penyakit sangat jarang dijumpai. Demikian juga Ibn sina
(Avicenna), ilmuwan yang tersohor itu menganjurkan kita mengkonsumsi madu,
karena dapat menjaga kekuatan sehingga masih mampu bekerja pada usia tua
(senja). Dia juga menganjurkan agar manusia yang telah berusia 45 tahun
sebaiknya mengkonsumsi madu secara teratur.
Semakin tinggi tingkat teknologi suatu negara, semakin tinggi
kesadaran akan arti madu dalam menu masyarakat sehari-hari. Mereka semakin
mendambakan lebih banyak mengkonsumsi “natural foods”. Madu buan saja termasuk
kategori “natural foods”, tetapi juga dalam “natural health foods”.
Dari berbagai negara yang paling gemar mengkonsumsi madu adalah
masyarakat Jerman Barat dan Swiss. Dua negara tersebut negara paling rewel
terhadap persyaratan keamanan makanan bagi rakyatnya. Mereka rata-rata
mengkonsumsi madu 800 gram 1,4 kg/orang/tahun. Amerika Serikat dan Inggris
termasuk lebih rendah konsumsi madunya, yaitu berturut-turut rata-rata 400 – 500
gram dan 250 – 350 gram/orang/tahun.
Berbeda dengan gula biasa yang terdapat dalam permen atau gula yang
dapat merusak gigi (carries) yang diakibatkan oleh tumbuhnya bakteri pembusuk
yang disebut bakteri asam laktat, madu mengandung antibiotika. Meskipun pH-nya
rendah, tetapi karena kandungan mineralnya tinggi mempunyai potensi bersifat
basa, dan karenanya dapat berfungsi sebagai desinfeksi terhadap rongga mulut.
Nenek moyang kita sering menganjurkan berkumur madu encer (± 15%) untuk menyembuhkan
radang rongga mulut.
Dari hasil berbagai penelitian menyatakan bahwa daya antibakteri
madu tidak ada sangkut pautnya dengan kadar gula tinggi maupun rendahnya kadar
air, tetapi oleh adanya suatu senyawa sejenis lysozyme yang memiliki daya
antibakteri. Senyawa tersebut lebih popular dengan nama ‘inhibine’. Bakteri
gram negatif lebih peka terhadap ‘inhibine’ daripada gram positif. Inhibine
sangat peka terhadap panas. Pada suhu 600C keaktifan inhibine dalam madu hilang
hanya dalam waktu 15 menit.
Memilih
Madu Yang Baik
Merupakan madu murni 100%, berasal dari nectar bunga yang diolah
secara alami oleh lebah, bukan madu sintetis buatan manusia yang merupakan
campuran glukosa, gula pasir, buah, flavour serta zat warna. Madu yang baik
memiliki kadar air di bawah 20%. Madu dengan kadar air tinggi (diatas 22%)
biasanya madu muda yang dipanen sebelum waktunya, ia mudah mengalami
fermentasi(mengeluarkan gas, bahkan terkadang merusak/memecahkan botol) dan
kurang awet. Madu yang telah mengalami fermentasi tidak baik dikonsumsi karena
kandungan gizinya telah mengalami kerusakan dan menghasilkan alkohol. Maka
salah anggapan sementara orang bahwa justru madu seperti inilah yang baik.
Jangan terpedaya dengan murahnya harga madu..! Madu murni dengan
kualitas tinggi cukup mahal. Jika terlalu murah dikhawatirkan itu adalah madu
palsu. Selain itu harga madu bervariasi tergantung kualitas, kadar air, sumber
nectar dan khasiatnya.
Anggapan bahwa madu yang asli tidak akan mengkristal jika
dimasukkan ke dalam freezer tidak selamanya benar. Pengkristalan terjadi pada
madu jenis tertentu disebabkan di dalamnya kadar glukosa lebih besar dari
fruktosa. Contoh : madu kaliandra, madu karet, madu lengkeng dan madu durian.
Sebaiknya madu jenis ini tidak disimpan dalam freezer. Jenis yang lain tetap
cair atau tidak mengkristal di dalam freezer disebabkan kadar fruktosa
didalamnya lebih besar dari glukosanya. Contoh : madu randu, madu kopi, madu
mangga. Sebaiknya membeli madu pada orang yang jujur atau di Outlet Madu yang
bisa dipercaya.
Cara
Menyimpan Madu
Madu murni tidak mudah rusak, bisa tahan sampai tahunan bahkan
ratusan tahun namun untuk menjaga kualitasnya harus disimpan dengan baik dan
benar, yaitu :
-
Disimpan di tempat yang kering (tidak lembab)
-
Suhu penyimpanan terbaik adalah di bawah 11° celcius.
-
Pada suhu kamar sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau botol yang kedap udara
sebab madu bersifat higroskopis (mudah menyerap air di udara) dan volatile
(mudah menguapkan senyawa didalamnya) sehingga dapat mengurangi manfaatnya.
-
Terhindar dari sinar matahari. Sinar matahari menyebabkan zat besi dalam madu
teroksidasi dan zat antibakteri di dalamnya mengalami kerusakan.
Saran
Konsumsi Madu
Madu lebih baik dikonsumsi dalam keadaan perut kosong (minimal 1
jam sebelum/sesudah makan) dan dilarutkan dalam air sehingga lebih mudah
diserap oleh saluran pencernaan. Konsumsi madu ideal untuk orang dewasa adalah
100-200 gram/hari sedangkan anak-anak 50-100 gram/hari. Jika hal itu tidak
terpenuhi, setidaknya orang dewasa mengkonsumsi madu 3 sendok makan/hari dan
anak-anak setengahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar